Home » » Penutup Atap Ijuk dan Daun-daunan

Penutup Atap Ijuk dan Daun-daunan


Di jaman tradisional bahan penutup atap terbuat dari ijuk dan daun-daun (rumbia, ilalang, dan nipah). Penutup atap ini mempunyai kesan tradisional dan alami yang kuat.

1. Penutup atap ijuk
Ijuk berasal dari pohon enau (Arenga pinata) yaitu jenis palem-paleman yang biasa diambil sari bunganya sebagai bahan gula kelapa. Di bagian daun yang menempel pada batang inilah terdapat serabut-serabut hitam yang disebut ijuk

Penutup atap ijuk

ijuk siap pasang

2. Penutup atap daun rumbia/nipah

Penutup atap daun rumbia/nipah

Anyaman daun rumbia/nipah

3. Penutup atap rumput ilalang
Anyaman ilalang memiliki kesan alami yang kuat. Untuk membentuk atap, deretan ilalang kering disusun rapat-rapat pada sebatang kayu dan ditumpuk-tumpuk pada jarak 3-4 cm. Susunan ini diulang-ulang sampai membentuk ketebalan atap sekitar 20cm. Dengan kerapatan dan ketebalan seperti itu, air hujan tidak akan merembes ke dalam rumah. Selain itu, atap ilalang punya kemiringan curam (40°- 45°), yang membuat air hujan lebih cepat mengalir ke bawah. Umumnya atap ilalang diperbarui setiap 7 tahun sekali. Seiring perkembangan jaman, muncul penutup atap dari rumput ilalang sintetis.

Penutup atap rumput ilalang

Anyaman rumput ilalang

Beberapa bahan penutup atap dari bahan alam pun bisa menjadi pilihan bukan?. Baik untuk bangunan tertentu seperti villa, resort ataupun gazebo rumah pun bisa di hiasi dengan penutup atap ini sehingga kesan dan nuansa alam pun dapat diperoleh. Baca juga : Macam Pilihan Bahan Penutup Atap.



Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

loading...

Cari

Translate

Arsip Blog

loading...

Post Unggulan

Dak Bondek atau Bondex (Pelat Baja Gelombang)

Post Populer