Macam Kaca Olahan

Pada intinya ada empat macam kaca yaitu kaca bening, kaca memantul (reflected) dan kaca warna (cokelat, hitam/rayban, biru dan hijau). Dari jenis-jenis kaca tersebut dapat diolah lagi menjadi jenis kaca seni (art glass) , misalnya digafir, dibakar, dikombinasikan atau dilapisi kaca film.


Di pasaran kaca-kaca hasil olahan yang mengalami pembakaran, pelapisan dan rangkap tersebut digolongkan menjadi lima bagian, yaitu sebagai berikut :

1. Kaca tempered
Kaca tempered (tempered glass/toughened glass/fix glass) merupakan jenis kaca warna atau bening (kaca float) yang mengalami proses pemanasan hingga 700 derajat celcius kemudian di dinginkan secara mendadak dengan menyemprotkan uap air. Baca selanjutnya ....

2. Kaca laminated
Kaca laminasi/kaca laminated adalah kaca yang terbentuk dari dua kaca warna atau kaca bening (kaca float) atau lebih yang disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan diantara lembaran kaca tersebut, bagian tengahnya diberi sejenis kaca film yaitu lapisan Polyvinyl Butyral (PVB). Baca selanjutnya ....

3. Kaca double (double glass)
Merupakan jenis kaca rangkap, tetapi bagian tengahnya diberi rongga antara 0,8-1 cm. Jenis kaca ini biasanya digunakan untuk ruangan yang kedap suara karena fungsinya menahan suara. 

4. Wire glass
Merupakan jenis kaca dari dua lembar kaca yang disatukan dengan bagian tengahnya diberi lapisan kawat sehingga menjadi sangat kuat.

5. Kaca Cermin
Kaca cermin merupakan jenis kaca polos yang salah satu bagian mukanya diberi lapisan sehingga dapat berfungsi sebagai cermin.


Macam Kaca Dekoratif

Penggunaan kaca pada suatu bangunan selain sebagai jendela bisa juga sebagai pintu, dinding partisi, kanopi dan bahkan atap. Selain itu kaca juga bisa difungsikan sebagai elemen dekoratif pada bangunan. Kaca seperti ini biasa disebut dengan kaca dekoratif. Kaca dekoratif merupakan kaca bercorak yang berfungsi sebagai penghias ruangan, baik eksterior maupun interior. Agar mampu memperkuat nilai estetis, maka perpaduan warna kaca dekoratif hendaknya menampilkan keharmonisan secara menyeluruh.

aplikasi kaca patri pada pintu dan jendela

Penempatan kaca dekoratif harus disesuaikan dengan sifat kaca dan kebutuhan. Pilihlah perajin yang terpercaya dan ahli saat pemasangan kaca dekoratif karena masing-masing jenis kaca memiliki karakteristik sifat yang berbeda dan perlu perlakuan khusus saat pemasangan. Bersihkan kaca dekoratif secara berkala. Misalnya untuk kaca patri, kotoran terutama pada list atau bagian sela-sela kaca. Gunakan kape atau benda tajam sejenis untuk membersihkan, namun harus hati-hati dan telaten. Saat membersihkan, mungkin anda akan menemukan ronggga, yang disebabkan memuainya bagian penahan kaca. Untuk mengatasinya, agar kaca tidak longgar dan bergoyang-goyang, oleskan lem silikon untuk menutup rongga tersebut.

Dilihat dari jenisnya, kaca dekoratif dibagi menjadi beberapa macam, antara lain :

1. Kaca Patri (Stained Glass)
Kaca patri dibuat dari kaca khusus yang berwarna yang diperoleh dengan penambahan metalic salts pada pembuatanya kaca berwarna tersebut yang dinamai stained glass. Kemudian dipotong dalam ukuran-ukuran tertentu kemudian disusun sesuai dengan pola yang telah ditentukan. Pola atau corak kaca patri sangat bervariatif, mulai dari pola tanaman, binatang ataupun ulir. Baca selanjutnya ....

2. Kaca Inlay/Kaca Crystal Diamond (Diamond Glass)
Kaca inlay terlihat seperti kristal dan memiliki tekstur yang rata dan licin. Proses pembuatanya sama seperti kaca patri bedanya terletak pada proses merangkai kaca. Pada kaca ini proses penyatuan menggunakan sinar laser. Baca selanjutnya ....

3. Kaca gafir
Kaca gafir adalah kaca yang proses pembuatannya tidak di rangkai maupun di tempel melainkan kaca ini diukir seperti halnya dalam seni pahat. Kaca grafir terbagi dalam tiga bagian grafir sandblasting, grafir 3D, dan grafir airbrush. Anda bisa memilih design yang sesuai dengan selera Anda.

4. Kaca Es 
Kaca es (ice glass) adalah kaca yang warnanya putih agak buram, karena itu sering disebut kaca susu. Warna seperti ini membuat kaca ini tak tembus pandang. Baca selanjutnya ....

5. Kaca Sandblast (Sand Blasting Glass)
Kaca sandblast adalah kaca yang memiliki efek pasir. Jenis kaca sandblast ini memiliki tampilan yang kabur seperti ada es pada permukaan kaca dan membuat kaca bening menjadi buram, sehingga aktifitas yang terdapat di balik kaca tersebut tidak terlihat dengan jelas. Baca selanjutnya ....

6. Kaca Melton (Melton Glass)
Kaca melton adalah kaca yang diperoleh dengan cara mencairkan/melumerkan kaca bening (kaca float) melalui proses pembakaran dengan suhu 900 derajat celcius selama 20 jam dengan oven, dalam proses tersebut dipakai cetakan yang nantinya akan menentukan pola tekstur akhir kaca. Baca selanjutnya ....

7. Moons Glass/Fusion Glass
Kaca moons glass atau fusion glass adalah kaca yang ditumpuk-tumpuk kemudian dibakar sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Kaca ini merupakan regenerasi setelah melton glass. Baca selanjutnya ....

8. Arty Overlay Glass/Bevel Glass Overlay
Merupakan kaca yang direkatkan dengan lem kaca transparan. Kaca bening yang dihias kaca bening berbevel akan, menghadirkan kilau “sang pelangi” bila dibuat oleh ahlinya.

9. Lamina Art Glass
Merupakan pelapisan dua lembar kaca dengan bahan film khusus, dimana diantara dua kaca tersebut disisipkan bahan tipis sebagai dekorasi. Bahan tipis ini bisa berupa kain, kertas merang, lukisan atau foto.

10. Kaca lukis (painting glass)
Kaca lukis adalah kaca yang pembuatannya dengan cara dilukis kemudian diwarnai dengan cat. Pembuatannya tidak membutuhkan waktu yang lama dan harga juga lebih bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Tetapi perlu diingat kaca painting memiliki kekurangan, seperti cat yang lama kelamaan akan pudar bila sering terkena matahari, sehingga kaca ini lebih cocok dipasang untuk interior atau di area yang tidak terkena sinar matahari langsung.

11. Opalecent glass
Opalecent glass adalah kaca campuran yang terdiri dari dua sampai lima kombinasi warna. Kaca ini memiliki warna khas buram putih sehingga membuat kaca ini tidak tembus pandang.

12. Wisspy glass

13. Kaca air

Dari berbagai jenis kaca tersebut, si penghuni dapat menggunakan sesuai kebutuhan dan selera.


Jenis Kaca Dasar yang Dikenal

Kaca adalah suatu bahan tembus cahaya (transparan) sebagai hasil pengolahan beberapa bahan dasar seperti pasir kuarsa, soda abu, dolomite, dan lain-lain yang digunakan untuk berbagai keperluan dalam bangunan terutama untuk pintu dan jendela. Sesuai dengan kualitas dan ketebalannya tersedia berbagai jenis kaca yang dirancang khusus untuk mengurangi kesilauan atau transmisi panas. Di dalam bangunan kaca memiliki fungsi yang berbeda- beda diantaranya 
  • Sebagai pemisah antara fungsi ruang
  • Sebagai untuk pencahayaan alami
  • Sebagai pengaman rumah (safety)
  • Sebagai pelindung perabot rumah
  • Sebagai estetika bangunan
  • Sebagai pendukung privasi
  • Sebagai variasi bukaan jendela maupun pintu rumah

Ketebalan kaca berkisar antara 2-6 mm, tetapi ada juga ketebalan khusus antara 7-12 mm. Tebal kaca maksimum adalah 16 mm dengan luas maksimum yang tersedia 1,8 x 3,3 m. Untuk jenisnya, kaca sebenarnya bermacam-macam jenisnya yang dapat digunakan untuk bangunan maupun rumah tinggal. Namun lebih dikenal di masyarakat pada intinya hanya sebatas 3 macam, yaitu :

1. Kaca bening
Kaca ini juga sering disebut dengan kaca polos atau dalam istilah teknisnya adalah float glass. Kaca ini tidak berwarna, memiliki permukaan yang sangat bersih, rata dan bebas distorsi. Baca selengkapnya ....

2. Kaca cermin (reflected)
Kaca cermin atau kaca reflektif adalah jenis kaca polos yang salah satu bagian mukanya diberi lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis sehingga pada salah satu sisinya akan terlihat mengilap dan tampak seperti cermin. Baca selanjutnya ....

3. Kaca warna (cokelat, hitam (rayben), biru dan hijau)
Kaca warna adalah kaca polos (kaca float) dilapisi dengan lembaran warna yang terbuat dari campuran logam sehingga memiliki warna tertentu seperti hitam (rayben) dan sebagainya. Baca selanjutnya .....


Dari jenis-jenis kaca tersebut dapat diolah lagi menjadi jenis kaca seni (art glass), misalnya digafir, dibakar, dikombinasikan atau dilapisi kaca film. 




Kaca Melton (Melton Glass)

Kaca melton (Melton glass) berasal dari kata “melt” dan “on” yang berarti kaca yang dilumerkan. Kaca melton biasa juga disebut dengan kaca bakar/formed glass/foaming glass. Kaca melton adalah kaca yang diperoleh dengan cara mencairkan/melumerkan kaca bening (kaca float) melalui proses pembakaran dengan suhu 900 derajat celcius selama 20 jam dengan oven, dalam proses tersebut dipakai cetakan yang nantinya akan menentukan pola tekstur akhir kaca. Jadi, tekstur yang berbeda memerlukan cetakan yang berbeda pula. Permukaan kaca melton mempunyai bentuk yang mirip dengan es batu yang dipahat/diukir, warnanya cenderung doff tapi tidak transparan dan memiliki tekstur pada permukaanya. Tekstur tersebut terbentuk melalui pelumeran bahan baku kaca float melalui pemanasan. Kaca melton memiliki teksur yang indah dan artistik . semakin tebal kaca semakin baik kualitasnya. Motif kaca jenis ini juga bervariatif antara lain motif lelehan air, bunga, daun dan sebagainya.


Aplikasi kaca melton pada kolam 

Tidak seperti kaca patri dan kaca inlay, bagian depan dan belakang kaca melton tidak dilapisi kaca tempered. Alasannya, tekstur kaca yang menjadi kekuatanya justru akan hilang. Karena itu, dengan ketebalan ± 0,5 cm, sudah semestinya peletakan kaca melton dipikirkan masak-masak. Aplikasikan kaca melton di ruang atau dinding yang tidak beresiko terkena benturan atau lemparan benda asing seperti pada partisi, jendela, pintu kamar mandi atau kamar tidur,  elemen dekoratif seperti hiasan dinding,  kap lampu, dan vas.

Aplikasi kaca melton pada pintu

Selain itu Anda juga bisa mengolah kaca melton menjadi piring, perhiasan bahkan cindera mata. Kemungkinan pengaplikasianya cukup variatif sehingga penggemar kaca ini cukup banyak. Desain tekstur dan polanya dapat dibuat sesuai dengan keinginan konsumen, dengan catatan harga yang dikenakan akan berbeda dibandingkan harga untuk pola yang sudah dimiliki produsen.





Kaca Moons Glass (Moons Glass atau Fusion Glass)

Kaca moons glass atau fusion glass adalah kaca yang ditumpuk-tumpuk kemudian dibakar sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Kaca ini merupakan regenerasi setelah melton glass.

Aplikasi kaca moons glass pada pintu dan jendela

Pembuatan kaca moon glass sama dengan teknik pembuatan kaca melton glass. Perbedaanya pada penggunaan bahan bakunya. Pada kaca melton glass, bahan baku kacanya adalah kaca float, sedangkan pada kaca moon glass bahan bakunya adalah kaca warna. Karena warna-warninya, penggunaan kaca ini membuat tampilan bangunan jadi menarik dan atraktif. Kelebihanya, kaca jenis ini berwarna-warni dan lebih tahan lama. Kaca ini juga tidak memerlukan logam sebagai penyambung kaca seperti kaca patri.

Kaca Tempered (Tempered Glass atau Toughened Glass)

Kaca tempered (tempered glass/toughened glass/fix glass) merupakan jenis kaca warna atau bening (kaca float) yang mengalami proses pemanasan hingga 700 derajat celcius kemudian di dinginkan secara mendadak dengan menyemprotkan uap air. Dengan proses ini maka terjadi perubahan fisik kaca yaitu terjadi perubahan gaya tekan dan gaya tarik pada kaca tapi secara visual tidak terjadi perubahan. Proses ini menghasilkan kaca yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi, dibandingkan dengan kaca biasa. Dengan ketebalan yang sama, kekuatan kaca tempered mampu mencapai 3-5 kali lipat dari kekuatan kaca biasa, terhadap beban angin, tekanan air, benturan dan terhadap perubahan temperatur yang tinggi (thermal shock).

Kaca tempered apabila terkena benturan keras tak akan pecah menjadi besar dan tajam, melainkan hanya retak kemudian menjadi butiran kecil sehingga tidak membahayakan jiwa. Itulah sebabnya, kaca tempered memiliki kelebihan dari segi keselamatan (safety) dan keamaman. Selain itu kaca tempered juga dapat meredam panas dan suara bising.

Penggunaan kaca tempered terutama untuk bukaan-bukaan atau dinding kaca pada bangunan yang menuntut tingkat keamanan yang tinggi. Penggunaan yang lain adalah pintu-pintu tanpa rangka (frameless), seperti pintu utama maupun partisi kamar mandi.

Aplikasi kaca tempered pada railing tangga

Selain itu kaca tempered juga digunakan untuk railing kaca pada tangga dan void, eskalator dan lift. Dengan catatan kaca tempered tidak boleh diganggu oleh proses-proses lebih lanjut seperti pemotongan, penggosokan tepi, pembuatan lubang dan sebagainya. Proses-proses ini akan melemahkan kekuatan kaca bahkan dapat menyebabkan pecahnya kaca itu sendiri. Untuk itu semua ukuran dan jenis asesoris harus sudah dapat ditentukan dengan pasti sebelum proses tempered dilakukan. 

Kaca tempered banyak diaplikasikan pada bangunan kantor, hotel, bandara, mall. Umumnya penggunaan jenis kaca tempered untuk daun pintu. Pada industri otomotif, kaca tempered diaplikasikan pada pembuatan kaca mobil karena keunggulanya dalam segi keselamatanya (safety).


Ketebalan kaca tempered yang tersedia di pasaran antara lain tebal 3 mm, 4 mm, 5 mm, 6mm, 8mm, 9mm, 10mm, 12mm, dan 15mm. Warna yang tersedia adalah clear, darkgrey, mislite dan stopsol. Ukuran standar maksimumnya 2134mm x 3048mm.





Kaca Laminated (Laminated Glass)

Kaca laminasi/kaca laminated adalah kaca yang terbentuk dari dua kaca warna atau kaca bening (kaca float) atau lebih yang disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan diantara lembaran kaca tersebut, bagian tengahnya diberi sejenis kaca film yaitu lapisan Polyvinyl Butyral (PVB).


Kaca laminated merupakan kaca dengan tingkat keamanan dan perlindungan yang tinggi terhadap penghuninya. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pecahanya kaca, maka kaca laminated tidak akan berhamburan, tapi hanya retak  karena apabila satu dari sisi kaca pecah maka pecahanya tetap lengket pada lapisan PVB/filmnya. Kaca laminated yang sudah pecah sekalipun akan tetap sulit sekali ditembus oleh manusia. 





Yang perlu diperhatikan saat pengapikasian kaca laminated adalah menghindari proses lanjut kaca laminated seperti pemotongan, pembuatan lubang dan asesoris lain, walaupun mungkin dapat dikerjakan, tapi akan sulit dan tidak rapi, semua ukuran dan aksesoris harus sudah tepat, sebelum proses laminate dikerjakan.


Kaca laminated yang terdiri dari dua lembar kaca biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan. Penggunaan kaca laminated terutama untuk atap kaca, skylight, dinding kolam renang, balkon, anak tangga, dan tempat lainya yang membutuhkan keamanan dan dimana tidak diinginkan adanya reruntuhan kaca jika pecah. Meskipun terkesan aman, anda tetap perlu berhati-hati jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di dalam rumah, bisa jadi penghuni akan terjebak akibat kaca yang sulit dipecahkan.

Sedangkan yang terdiri lebih dari dua lembar biasanya untuk penggunaan-penggunaan khusus seperti kaca tahan peluru, kaca akuarium yang besar, lemari pajang barang-barang berharga (anti pencuri), kaca yang banyak digunakan untuk transportasi umum seperti bis, kereta api dan kaca pesawat terbang.





Kaca Warna (Tinted Glass)



Aplikasi kaca warna pada eksterior bangunan

Masyarakat awam menyebut kaca ini dengan sebutan kaca rayben, untuk kaca berwarna hitam. Istilah teknisnya adalah tinted glass. Untuk memberikan warna, kaca polos (kaca float) dilapisi dengan lembaran warna yang terbuat dari campuran logam. Kaca warna memiliki beberapa sifat yakni berdaya serap terhadap sinar matahari hingga 55%, sehingga mengurangi beban pendingin ruangan dan menjaga privasi penghuninya. Untuk menambah tingkat kegelapannya, Kaca rayban bisa dilapisi sampai beberapa kali. Semakin tebal kaca maka makin gelap warna yang dihasilkan dan tingkat penyerapan panas matahari akan semakin tinggi, dan sebaliknya. Kaca rayban tidak hanya berwarna hitam, tetapi juga biru gelap, biru kehijauan, abu-abu gelap, tembaga dan hijau gelap.

Aplikasi kaca warna pada interior bangunan

Pada produk Asahimas dikenal dengan istilah Kaca panasap (panasap glass)Kaca panasap merupakan kaca float yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam pewarna seperti kobalt, besi, silenium dan sebagainya pada bahan baku kaca. Kaca panasap mampu menyerap 55% panas matahari, sehingga akan megurangi beban pendingin ruangan dan memberikan rasa nyaman pada penghuni bangunan. Dengan warna kaca tersebut, maka sifat tembus pandang kaca menjadi rendah, sehingga memberikan kebebasan privasi bagi penghuni bangunan. Warna yang tersedia pada kaca panasap adalah blue green, dark blue, euro grey, dark grey, bronze dan green.

Kaca panasap, produk Asahimas

Kaca jenis ini dapat digunakan baik untuk eksterior maupun interior bangunan, baik untuk pintu dan jendela, maupun pada curtain wall. Ketebalan kaca yang banyak digunakan adalah 8mm atau 10mm, disesuaikan dengan  bentang kaca dan tergantung dari hasil perhitungan beban angin.







Kaca Cermin (One Way)

Kaca cermin atau kaca reflektif adalah jenis kaca polos yang salah satu bagian mukanya diberi lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis sehingga pada salah satu sisinya akan terlihat mengilap dan tampak seperti cermin. Sisi ini mampu memantulkan cahaya dan mereduksi sifat tembus pandang (dari sisi luar). Sedangkan pada sisi lainya (dari sisi dalam) atau sebaliknya, terlihat transparan dan tembus pandang. Karena kaca ini akan terlihat  seperti cermin di satu sisi, tetapi terlihat transparan di sisi lainya. maka kaca ini  ini juga biasa disebut dengan kaca one way atau kaca satu sisi. Penggunaan kaca ini menyebabkan sinar matahari yang masuk ke bangunan dapat tereduksi sehingga sangat sesuai untuk anda yang menginginkan privasi tetap terjaga.

Aplikasi kaca one way pada pintu dan jendela utama

Pada produk Asahimas kaca ini disebut dengan istilah kaca stopsol. Dalam pembuatanya, kaca ini dilapisi dengan pelapis transparan tipis dari oksida logam (sebagai lapisan pemantul) melalui proses pyrolysis. Lapisan kaca reflektif ini dapat dilapiskan pada kaca clear maupun kaca panasap (warna) blue, dark blue, grey dan green. 

Tampak sisi dalam dan luar kaca one way

Kaca ini biasanya digunakan pada bukaan pintu atau jendela dinding luar, yang diharapkan berpenampilan mewah pada bangunan. Untuk bangunan bertingkat, terutama digunakan pada tipe dinding kaca eksterior (curtain wall).



Kaca Bening (Clear Glass)

Kaca ini juga sering disebut dengan kaca polos atau dalam istilah teknisnya adalah float glass. Kaca ini tidak berwarna, memiliki permukaan yang sangat bersih, rata dan bebas distorsi. Karena sifat kacanya yang tidak berwarna, jenis kaca ini memberikan tingkat transmisi yang tinggi (lebih dari 90%) serta memberikan bayangan yang sempurna. Kaca ini banyak digunakan untuk eksterior maupun interior bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung bertingkat. Namun kaca ini tidak direkomendasikan untuk eksterior maupun interior bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung bertingkat karena kemampuan menahan panas matahari yang rendah.

Kaca bening tampak eksterior

Kaca bening tampak interior

Kaca ini juga dapat digunakan untuk perabot rumah tangga, misalnya lemari, kaca meja, dinding dekorasi, akuarium, kaca etalase dan sebagainya. 

Ketebalan kaca bening yang banyak digunakan untuk rumah tinggal dan interior gedung umumnya 5 mm, 6mm dan 8mm tergantung bentangnya. Ketebalan ini dipilih sesuai dengan ukuran yang akan dibuat. Semakin besar ukuranya, maka sebaiknya menggunakan kaca yang tebal. 





Kaca Inlay/Kaca Crystal Diamond (Diamond Glass)

Kaca inlay terlihat seperti kristal dan memiliki tekstur yang rata dan licin. Proses pembuatanya sama seperti kaca patri bedanya terletak pada proses merangkai kaca. Pada kaca ini proses penyatuan menggunakan sinar laser. Karena tampilanya yang seperti kristal, penggunaan kaca ini akan membuat bangunan terlihat mewah. Kaca jenis ini sangat pas diterapkan pada rumah bergaya mediterania yang memiliki jendela-jendela lengkung.

Kaca inlay pada pintu

Tak kalah dengan kaca patri, inlay glass atau diamond glass juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif kaca dekoratif dalam hunian. Bahkan bagi sebagian orang, kaca ini dianggap memiliki tampilan yang lebih mewah dan elegan.

Kaca inlay dengan  pola susunan diamond

Berbeda dengan kaca patri, hasil seni yang satu ini diproses dari potongan kaca yang dirangkai menurut pola tertentu dan direkatkan dengan lem khusus, bukan disolder seperti kaca patri. Hasilnya kemudian dipanaskan dengan suhu tertetu sehingga merekat sempurna. Potongan kaca yang membentuk pola biasanya dijadikan bevel terlebih dulu sehingga diperoleh kesan 3 dimensi yang lebih indah dan mengilap seperti berlian. Yang dimaksud dengan bevel adalah proses pemotongan tepi kaca sehingga membentuk sudut yang landai (tidak tajam).

Seperti halnya kaca patri, inlay glass juga dapat diberi kaca pelindung tambahan yang dipasang pada bagain depan dan belakangnya. Kaca pelindung yang dipakai adalah tempered glass yang memiliki sifat tahan bentur. Dengan lapisan ini, jika terkena benturan yang sangat keras, inlay glass tidak akan pecah menjadi pecahan yang besar dan tajam, melainkan retak menjadi butiran yang sangat kecil. Selain itu, ia juga dapat meredam panas dan suara, serta lebih kuat.

Sebagai catatan, ketebalan inlay glass setelah diberi lapisan tempered glass mencapai 2,2 cm. Jika anda tertarik mengaplikasikanya, persiapkan kusen yang sesuai untuk ketebalan kaca ini. Anda bisa memilih kusen Alumunium maupun kusen kayu.

Kaca Es (Figured Glass), Kaca tak tembus pandang

Kaca es (ice glass) adalah kaca yang warnanya putih agak buram, karena itu sering disebut kaca susu. Warna seperti ini membuat kaca ini tak tembus pandang. Jika dipasang di jendela atau pintu, orang di dalam ruangan tidak dapat melihat ke luar dan sebaliknya orang dari luar tak bisa melihat ke dalam. Benda akan terlihat jika berada dekat sekali dengan kaca, itupun hanya berupa bayangan yang kabur. Keuntungan dari penggunaan kaca ini adalah kaca ini tetap meneruskan cahaya matahari ke dalam ruang. Jadi tak perlu khawatir ruangan akan gelap jika memakai kaca ini.

Kaca es sebagai partisi

Selain warna putih (white figured glass), kaca es juga tersedia dalam warna kuning, merah, dan hijau sehingga anda bisa memilih yang sesuai dengan suasana yang diinginkan. Kaca es warna putih akan menimbulkan kesan dingin dan sejuk, sehingga kaca ini cocok untuk rumah yang bernuansa minimalis. Sedangkan yang berwarna lain bisa menimbulkan kesan ceria.

Berbagai macam motif kaca es

Belum banyak memang yang menggunakan kaca ini sebagai kaca jendela. Padahal ada dua keuntungan yang bisa diperoleh jika menggunakan jendela berbahan kaca es ini. Ruangan jadi tampak beda, dan anda tak perlu membeli gorden untuk menghalangi pandangan.




Lantai Kaca

Lantai memang jarang dimasukan dalam daftar pilihan ketika orang menentukan material penutup lantai. Dahulu kaca hanya digunakan untuk jendela . Setelah teknologi kaca berkembang, aplikasi tidaklagi hanya terbatas untuk jendela, melainkan juga bisa dipakai untuk bahan penutup lantai termasuk lantai anak tangga.

Sebenarnya kaca yang mempunyai ketahanan tinggi seperti kaca tempered atau kaca laminated sudah berkembang sekitar 10-15 tahun yang lalu,. Hanya saja waktu itu teknologi pemasanganya untuk keperluan penutup lantai belum berkembang.

Saat ini, sudah ada beberapa sistem aplikasi kaca yang berkembang diantaranya sistem spider, sistem H beam (menggunakan rangka baja kanal) dan menggunakan rangka alumunium. Ada juga sistem pemasangan kaca untuk lantai yang sederhana yaitu dengan meletakan kaca pada dudukan yang terbuat dari bata/beton.

Kaca laminated
Kaca untuk lantai sebaiknya menggunakan kaca yang sudah mengalami proses perkuatan tambahan. Kaca laminated adalah yang paling ideal digunakan untuk kaca lantai. Ini karena kaca laminated mempunyai tingkat keamanan yang tinggi.

Kaca laminated sebenarnya merupakan gabungan beberapa kaca, umumyaterdiri dari dua atau lebih lembar kaca yang ditengahnya terdapat lapisan PVB (polyvinyl butyrol). Kaca dan lapisan PVB digabungkan melalui proses tekanan dan suhu tinggi. Lapisan kaca pada kaca laminated bisa menggunakan kaca biasa atau kaca tempered. Atau keduanya bisa digabungkan, tergantung dari kekuatan yang akan diinginkan.

Kelebihan kaca ini adalah aman bila mengalami keretakan. Saat kaca retak, PVB akan memegang partikel-partikel kaca yang retak sehingga partikel kaca tidak berhamburan kemana-mana. Lapisan PVB merupakan lapisan seperti lembaran film yang jernih, bebas distorsi dan tidak mudah berkerut.

Jenis kaca
Secara garis besar jenis kaca dinagi menjadi dua. Yaitu kaca lembaran (float glass) dan kaca keamanan (safety glass).

  1. Kaca lembaran biasa digunakan untuk jendela rumah, Proses pembuatan kaca ini dimulai dari bahan baku kaca yang dilebur ke dalam tungku bersuhu kurang lebih 1800 derajat celcius. Setelah itu, hasil leburan dialirkan dan diambangkan ke dalam bak yang berisi cairan timah (float bath). Pada salah satu ujung, cairan kaca yang mulai mengental ditarik keluar dari float bath dan didinginkan secara perlahan. Kemudian kaca siap dipotong sesuai ukuran.
  2. Kaca untuk keamanan merupakan kaca yang tahan terhadap beban. Jenisnya ada dua macam yaitu kaca tempered dan kaca laminated tempered (gabungan beberapa kaca tempered). Kaca tempered merupakan kaca yang diperkeras dengan cara memanaskan kaca lembaran hingga suhu 700 derajat celcius. Setelah itu kaca didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara ke permukaan kaca.

Uji kekuatan kaca 
Uji kekuatan kaca perlu dilakukan karena saat ini belum ada standarisasi yang mengatur ketebalan kaca yang sesuai dengan beban tertentu. Uji ini dapat dilakukan di pusitek.

Karena karakteristiknya yang khas, kaca yang semula digunakan sebagai pembatas fisik yang mengekang secara visual, kini kaca mulai difungsikan sebagai tempat berpijak. Sensasi yang dirasakan orang saat menapak pada lantai yang transparan memang unik. Ada sedikit rasa takut karena tubuh serasa melayang.

Selain dianggap bernilai estetika tinggi, material kaca juga terkenal mahal. Apalagi pemasangan lantai yang membutuhkan struktur khusus.

Pemakaian kaca sebagai lantai tidak melulu mengejar sensasi. Banyak juga yang membuat lantai kaca demi alasan fungsional. Sebagai contoh, penggunaan lantai kaca diatas sebuah kolam ikan, sehingga ikan-ikan yang berenang hilir mudik dapat di lihat dari atas lantai yang trasparan, penggunaan lantai kaca diatas basement sehingga basement tidak gelap karena mendapat cahaya dari lantai diatasnya dan penggunaan lantai kaca pada showroom mobil. Mobil di letakan diatas lantai kaca sehingga dari lantai bawah pembeli dapat mengamatinya. Dan Masih banyak sekali penggunaan yang bisa di ekplorasi dari material kaca.

Sambungan lantai kaca
Kaca memang kuat, tetapi di sisi lain ia juga rapuh. Karena itu, memanfaatkan kaca untuk lantai butuh teknik pemasangan khusus. Berikut ini beberapa alternatif sambungan yang bisa digunakan.

  1. Pada kasus ini, kaca menumpu pada coakan yang dibuat di lantai atau cor beton. Teknik ini paling murah. Umumnya, cara ini digunakan untuk bidang kaca yang tidak terlalu luas, karena tidak ada perkuatan struktur lagi di tengah kaca. Kemudian, bagian tepi atau antarkaca disambung dengan sealent.
  2. Struktur yang banyak digunakan adalah dengan membuat dudukan atau bingkai dari metal, seperti baja kanal atau alumunium. Prinsipnya, rangka metal dijadikan sebagai tumpuan kaca. Rangka yang digunakan dapat berprofil I atau L. Di antara metal dan kaca diberi karet yang memegang kaca tetap pada tempatnya.
  3. Sistem yang mulai banyak digunakan adalah point fixed system atau yang biasa disebut spider fitting. Disebut demikian karena setelah terpasang, kaca seperti dijepit oleh kaki laba-laba. Sistem ini membuat kaca seolah melayang karena hanya sedikit sekali bagian struktur yang menyentuh kaca. Namun, sistem ini cukup mahal.

Kaca merupakan salah satu material yang keras namun juga getas. Ciri yang paling menonjol adalah ia tembus pandang. Karena itu, beberapa hal berikut harus dicermati saat memanfaatkan kaca sebagai pijakan.

  1. Untuk keamanan, pilih kaca yang memiliki spesifikasi khusus untuk lantai. Sebagai lantai yang sering dilalui orang, kacanya sendiri juga harus tahan terhadap goresan.
  2. Masih terkait dengan goresan, sebaiknya tempatkan lantai kaca di area yang tidak berhubugan langsung dengan dengan ruang luar. Jika lantai ini berbatasan dengan luar rumah, akan lebih banyak pasir yang mungkin terbawa di sepatu dan menggores kaca.
  3. Untuk lantai atas yang di bawahnya banyak orang lalu-lalang, pertimbangkan lagi pemakaian kaca yang terlalu bening. Kaum perempuan yang berbusana rok tentu akan risih lewat di lantai ini. Solusinya, kaca dapat dipilih yang buram.

Kaca dipakai sebagai bahan untuk tangga karena kesan modern yang didapat serta sensasi tertentu seperti saat menapaki lantai dari kaca. Konstruksi tangga dari kaca hampir sama dengan konstruksi lantai kaca, berikut ini dua alternatif yang dapat digunakan.

Perawatan kaca
Kaca bisa awet asalkan anda rajin merawatnya. Berikut tip merawat kaca.

  • Hindari melintas di lantai kaca dengan menggunakan sepatu.
  • Segera bersihkan bila ada cairan atau kotoran yang jatuh di atas permukaan kaca. Kotoran atau cairan yang lama mengendap di atas permukaan kaca akan susah dibersihkan.
  • Kaca bening, bila tergores akan terlihat nyata. Bila tidak ingin terlihat ada goresan pada kaca, gunakan kaca buram.
  • Hindari kelembaban di bawah kaca. Ciri kelembaban tinggi, pada permukaan kaca bagian yang menghadap ke bawah akan muncul gelembung air.
  • Bila dibawah lantai kaca ada kolam air, sebaiknya kaca jangan dipasang mati. Usahakan kaca bisa dibuka agar permukaan kaca bagian bawah bisa dibersihkan 
  • Bersihkan secara teratur permukaan kaca dengan bahan pembersih kimia.

Tambahkan anti selip
Kaca memiliki sifat licin. Mungkin alasan ini juga yang menjadi keraguan banyak orang ketika membuat pijakan lantai atau tangga di kaca. Seperti tangga pada umumnya, tangga dari kaca juga bisa ditambahkan antiselip agar aman saat dipijak. Antiselip untuk kaca dapat berupa tepian anak tangga yang di sandblast, sehingga permukaanya kasar dan tidak licin.



Kaca Bevel (Beveled Glass), Kaca berefek 3 demensi

Aplikasi jendela dengan kaca bevel

Bevel dalam bahasa inggris berarti memiringkan/menyerongkan. Bevel berarti memberikan perlakuan khusus pada bagian tepi disekeliling sebuah grafis atau benda sehingga membentuk kemiringan tertentu. Dengan bagian ujung lebih tipis dibandingkan bagian tengahnya. Bevel dapat diaplikasikan pada benda/grafis apa saja. Jika diaplikasikan pada kaca menjadi kaca bevel (beveled glass).
Potongan kaca bevel

Kaca bevel (beveled glass) berarti kaca yang sekeliling tepinya dipotong miring sehingga memberi efek tiga demensi. Kaca yang dibevel akan terlihat timbul/menonjol kearah luar. Kaca jadi terkesan tiga demensi alias tidak datar. Karena ada sudut disekeliling nya bayangan benda ada dibelakangnya jadi terbiaskan sehingga memberi efek khusus. Kesan ini yang dianggap mampu meningkatkan nilai artistik dan memberikan nilai tambah pada sebuah kaca biasa. Bevel sendiri adalah potongan miring pada kaca. Nah, bagian miring inilah yang akan menjadi prisma sehingga memantulkan cahaya cantik dari luar maupun dalam rumah.

Potongan kaca bevel

Perabot antik banyak yang menggunakan kaca bevel misal pintu kaca yang diberi bingkai. Kaca patri juga sering disandingkan dengan kaca bevel misalnya jendela dengan kaca patri motif bunga bagian kelopak bunganya dibuat bevel. Karenanya kaca bevel dihargai lebih mahal dibandingkan kaca biasa (polos) dan dapat diperoleh di gerai khusus yang menyediakan material kaca dan macam-macam bentuk olahan kaca.





Kaca Patri (Stained Glass), Kaca warna-warni yang artistik

Kaca dekoratif yang sering dijumpai adalah kaca patri yang mulai dikenal sejak abad ke -10 masehi. Kaca patri merupakan perpaduan seni lukis dan seni warna dengan menggunakan rangka timah, seng atau tembaga yang disambung dengan sistem sarang laba-laba, sesuai desain yang diinginkan.

Sejak tahun 1990-an dikenal sistem tripon glass (triple glazed unit) atau kaca tiga lapis. Teknologi pelapisan panil kaca patri atau panel kaca bevel dengan dua lembar kaca tempered, agar panil kaca patri di dalamnya terlindung pada polusi udara. Keistimewaan tripon glass, selain sebagai pelindung, juga bermanfaat mereduksi suara bising dari luar.

Kaca patri (stained glass) pada jendela

Kaca patri dibuat dari kaca khusus yang berwarna yang diperoleh dengan penambahan metalic salts pada pembuatanya kaca berwarna tersebut yang dinamai stained glass. Kemudian dipotong dalam ukuran-ukuran tertentu kemudian disusun sesuai dengan pola yang telah ditentukan. Pola atau corak kaca patri sangat bervariatif, mulai dari pola tanaman, binatang ataupun ulir. Pola kaca patri dapat didesain sendiri.

Potongan–potongan kaca tadi diikat (dirangkai), dengan menggunakan lempengan timah yang tipis. Menggabungkan potongan-potongan kaca dilakukan dengan cara di patri, alias menggunakan timah yang dipanaskan hingga cair. Inilah alasan mengapa kaca hias jenis ini sering disebut kaca patri atau kaca timah. Selain timah bahan dasar yang digunakan untuk mematri yaitu zinc dan kuningan.

Kaca patri (stained glass) pada langit-langit

Lama Pengerjaan Kaca Patri
Karena merupakan pekerjaan tangan, maka pola atau gambar yang dibuat sangat menentukan waktu pengerjaan dan tentu saja harganya. Sepasang kaca patri dengan desain standar bisa selesai dalam waktu 1 minggu. Untuk desain sederhana pengerjaanya memakan waktu beberapa hari, sedangkan desain desain yang kebih rumit membutuhkan waktu yang lebih lama.

Lapisan Kaca Patri
Saati ini ada 2 jenis kaca patri yang terdapat di pasaran yaitu kaca satu lapis dan tiga lapis. Perbedaannya ada pada harga dan ketebalan serta kemudahan dalam hal perawatan.  Jenis kaca satu lapis saat ini sudah agak jarang dipakai, karena mudah menyimpan debu pada lekukan-lekukanya. Membersihkannya pun menjadi agak rumit. Namun dari segi harga, kaca satu lapis lebih murah. Kaca patri jenis kedua harganya jelas lebih mahal, karena butuh material kaca lebih banyak. Lapisan tengah berupa kaca patri dan kedua lapisan luarnya berupa kaca bening, sehingga dari luar permukaanya rata karena kaca patri terlindung lapisan lain sehingga tidak akan kemasukan debu sehingga mudah di bersihkan. Selain itu mampu kaca patri tiga lapis ini mampu meredam suara.

Rangka Kaca Patri
Kaca ini pun didukung oleh rangka timah (lis timah), ada 3 macam warna lis timah kaca patri  yaitu putih (keperakan), kuning emas, dan hitam. Ketebalan kaca hampir sama dengan kaca yang lain yaitu 6 mm. Yang paling mahal adalah kaca patri yang menggunakan lis dari timah berwarna kekuningan. Kaca patri berkesan mewah dan anggun. Biasanya warna ini banyak dipakai untuk desain yang menggunakan kaca bening. Warna lis putih keperakan, banyak dipakai untuk membuat desain kaca berwarna-warni. Harganya tidak jauh berbeda dengan lis warna kekuningan. Warna lis hitam, lis ini merupakan yang paling murah. Untuk kesan antik dan kuno, lis jenis ini bisa dipilih dan dipadukan dengan motif-motif klasik.

Pengaplikasian Kaca Patri pada Bangunan
Permukaan kaca ini tampak seperti lukisan warna-warni, sampai membentuk sebuah motif, seperti bunga, binatang, laut atau tulisan kaligrafi arab. Warna yang beragam membuat kaca patri ini sangat indah, terutama bila terkena biasan cahaya matahari. Warna kaca patri akan terang dan tampak nyata saat diterpa sinar matahari. Sementara pada malam hari, pantulan sinar lampu dan cahaya bulan mampu membuatnya begitu indah dipandang.

Pola desain kaca patri sebaiknya disesuaikan dengan gaya bangunannya. Karena bentuknya yang sophisticated dan berkesan mewan, kaca ini umumnya banyak digunakan pada bangunan bergaya klasik. Selain gaya klasik kaca ini juga bisa diterapkan pada bangunan bergaya mediterania dan modern yang sederhana.

Kaca patri atau stained glass banyak diaplikasikan pada bangunan tempat ibadah seperti masjid dan gereja, rumah tinggal dan bangunan komersial sebagai elemen dekoratif.

Kaca patri dapat diaplikasikan pada kaca jendela, kaca pintu, partisi, lampu, hiasan dinding, cermin dan sebagainya.





Kaca Sandblast (Sandblasting Glass), Kaca berefek pasir

Kaca sandblast adalah kaca yang memiliki efek pasir. Jenis kaca sandblast ini memiliki tampilan yang kabur seperti ada es pada permukaan kaca dan membuat kaca bening menjadi buram, sehingga aktifitas yang terdapat di balik kaca tersebut tidak terlihat dengan jelas.

Kaca sandblast sebagai partisi

Efek psikologis pada penerapan kaca jenis sandblast ini cukup membuat kesejukan bagi siapa pun yang melewati maupun merasakannya. Selain itu, dapat sebagai pembatas antara area privasi dengan umum di rumah. Selain sebagai sekat semi transparan, sand blast juga bisa digunakan untuk menunjang estetika di rumah anda. 

Kaca sandblast sebagai partisi

Ada 3 cara untuk memperoleh efek pasir ini, tergantung pilihan anda yaitu :

1. Penyemprotan dengan pasir khusus/Proses sandblasing
Tampilan kaca ini berkabut dan memiliki tekstur mirip pasir. Teksturnya didapat dari penyemprotan pasir khusus yang halus dengan tekanan tinggi. Dengan teknik ini, permukaan kaca akan terkikis sesuai pola yang diinginkan. Efek sampingnya, debu dan kotoran mudah menempel dan agak sulit dihilangkan. Oleh karena itu, kaca hias ini hanya baik dipasang di dalam rumah yang jauh dari debu seperti kamar mandi.

Tekstur yang dihasilkan dengan teknik penyemprotan
Tekstur yang dihasilkan dengan teknik ini dapat dibedakan menjadi 2 berdasarkan teksturnya yaitu tekstur 2 demensi yang seragam dan halus dan 3 demensi atau kaca ukir yang teksturnya lebih kasar. Tekstur pada permukaan kacanya pun dapat disesuaikan dengan selera. Semakin kasar permukaan maka akan semakin terasa secara tiga dimensi.

Ada juga kaca sandblast yang berwarna dan dicat dengan teknik penyemprotan. Namun, warna kaca ini dapat pudar seiring berjalanya usia karena faktor cuaca. Kaca jenis ini sering dipakai pada rumah bergaya modern minimalis karena bentuk dan motifnya yang sederhana. Tapi ada juga motif kaca lainya seperti motif bunga atau sulur. Biasanya, kaca ini digunakan pada pintu dan jendela.

2. Menempelkan stiker khusus
Bagi anda yang mementingkan kepraktisan, kaca lapis stiker merupakan pilihan yang menarik untuk dihadirkan sebagai art glass dalam hunian. Harganya terjangkau sehingga amat cocok bagi anda yang ingin menghias rumah dengan biaya ekonomis. Stiker dijual dalam beberapa macam warna, tetapi dengan ketebalan standar. Anda bisa juga menerapkan sand blast di pintu, maupun jendela kaca, bahkan bisa menambah berbagai macam motif pada stiker agar lebih indah.
Saat ini ada 2 macam sticker yang dipakai stikeru ntuk melapisi kaca.
  • Stiker semi transparant (sandblast)
Sticker sandblast memiliki karakteristik tembus cahaya namun tidak tembus pandang. Efek yang dihasilkan stiker ini sama dengan kaca yang mengalami proses sandblasing, yaitu menjadi buram. Sticker sandblasitng memiliki motif dan warna yang beragam sehingga tampilanya tidak monoton.

Kaca Sansblast Semi Transparant
  • Sticker non transparant (solid)
Stiker non transparant (sering disebut dengan cutting sticker) kerap dipotong menjadi pola tertentu sebelum dipasang ke permukaan kaca. Anda bebas menentukan pola dan bentuknya, bisa floral, geometri. Rangkaian huruf dan sebagainya.

Cara memasang cutting sticker
Cara mengaplikasikan kedua jenis stiker ini sangatlah mudah. Anda cukup menempelkanya pada permukaan yang diinginkan. Penggunaan sticker pada kaca ini sangat fleksibel, jika bosan atau ingin mengganti bagian sticker yang rusak, anda bisa dengan mudah melepas dan menggantinya dengan yang baru tanpa harus mengganti kacanya.
Pemasanganya sangat mudah, berikut langkahnya :
  • Alat dan bahan yang digunakan : stiker khusus sand blast, tisu, air, pembersih kaca, botol penyemprot, stepper (sejenis kape), shampo, cutter
  • Bersihkan kaca dengan campuran sampo dan air yang disemprotkan dengan botol penyemprot. Gosok permukaan kaca menggunakan silet dengan posisi silet miring, sampai kotoran yang menempel hilang.
  • Bersihkan sisa-sisa sampo dengan cairan pembersih kaca sampai sampo benar-benar hilang.
  • Basahi kembali kaca dengan cairan shampo sampai seluruh permukaan kaca basah. Lakukan hal yang sama pada permukaan stiker yang berperekat. Langkah ini bertujuan untuk melicinkan permukaan stiker agar tidak langsung menempel. Dengan demikian bila terjadi kesalahan menempel, masih bisa diperbaiki debngan menggeser-geser stikernya.
  • Pasang stiker pada permukaan kaca. Agar udara dan cairan sampo benar-benar hilang, gosok permukaan stiker dengan stepper. Namun  sebelum digosok, bungkus stepper dengan tisu yang agak tebal. Ini perlu dilakukan untuk mencegah tergoresnya permukaan stiker akibat gesekan dengan stepper.
  • Jika ingin membuat motif pada stiker, gambar dahulu motif yang diinginkan pada stiker. Lalu potonglah stiker menurut motif tersebut menggunakan bantuan cutter.
  • Setelah motif yang diinginkan selesai dibuat gosok sekali lagi permukaan stiker tertempel dengan baik dan sisa sampo yang masih ada benar-benar sudah hilang.

3. Ceramic Printing 
Selain berbeda dari bahanya (stiker atau penyemprotan), efek kabut pun dapat dilakukan dengan cara memanaskan bahan keramik pada permukaan kaca sehingga keramik yang panas menyatu dengan kaca sampai kaca terasa bertekstur seperti keramik. Sistem ini secara umum disebut ceramic printing. Kaca jenis ceramic printing ini sering dijumpai pada tempat-tempat komersial yang bergaya minimalis, atau sebagai pendukung feature lampu sorot/up light dan down light agar nuansa tiga demansi pada permukaan kaca lebih terasa.

loading...

Cari

Translate

Arsip Blog

loading...

Post Unggulan

Dak Bondek atau Bondex (Pelat Baja Gelombang)

Post Populer