Macam Pilihan Bahan Penutup Atap

Bahan penutup atap saat ini semakin variatif, tinggal kita disesuaikan dengan tema dan konsep bangunan yang kita inginkan. Mulai dari penutup atap yang memberikan kesan etnik/tradisional yang kuat maupun penutup atap yang mempunyai kesan modern. Berikut beberapa bahan penutup atap yang bisa dijadikan pilihan :

1. Ijuk dan daun-daunan
Penutup atap ijuk dan daun-daun (rumbia, ilalang, nipah dan anyaman ilalang) memberikan kesan alami yang kuat dan tradisional. Baca selengkapnya....

Penutup atap  rumput ilalang

2. Sirap
Penutup atap sirap terbentuk dari potongan-potongan lembaran kayu tipis yang bersusun seperti sirip ikan. Penutup ini banyal digunakan pada rumah tradisonal indonesia. Baca selengkapnya....

Penutup atap sirap

3. Genteng keramik
Penutup atap genteng keramik terbuat dari tanah liat yang kemudian melalui proses pembakaran. Sekalipun banyak bermunculan bahan baru untuk genteng, genteng keramik tetap banyak digunakan dan disukai. Baca selengkapnya....

Penutup atap genteng keramik

4. Asbes gelombang
Penutup atap asbes gelombang  tebuat dari serat mineral silika yang termasuk dalam kelompok serpentine dan amphibole dari mineral pembentuk batuan. Material ini banyak digunakan karena murah dan mudah pemasanganya. Tetapi patut diwaspadai karena penggunaan bahan asbes sangat beresiko bagi kesehatan manusia. Baca selengkapnya....


Penutup atap asbes gelombang

5. Seng gelombang
Seperti halnya asbes, kelebihan gelombang penutup dari seng adalah ringan dan mudah dalam pemasangan. Namun penggunaan bahan penutup bukan pemantul panas yang baik sehingga suhu bagian dalam ruangan terasa panas. 

Penutup atap seng gelombang

6. Genteng metal
Penutup atap genteng metal berasal dari baja lapis yaitu baja lapis ringan dan baja lapis galvanis. Karena bobotnya yang ringan pula Genteng metal cocok untuk daerah yang kondisi tanahnya labil dengan tanah berawa. Baca selengkapnya....

Penutup atap genteng metal berpasir

7. Genteng beton
Penutup atap genteng beton terbuat dari campuran antara pasir, semen serta bahan pengikat, zat adiktif yang berupa penguat dan bahan pewarna. Bahan dasar ini sangat menentukan kualitas genteng beton. Genteng yang cocok untuk rumah bergaya minimalis adalah genteng datar yang halus, sehingga dapat memperkuat kesan minimalis. Baca selengkapnya....

Penutup atap genteng beton

8. Genteng aspal
Genteng aspal terbuat dari aspal (bitumen). Meskipin terbuat dari aspal, bentuknya seperti genteng pada umumnya sehingga estetika bangunan tetap indah meski menggunakan genteng aspal. Baca selengkapnya....

Penutup atap genteng aspal

Nah, demikianlah beberapa macam bahan penutup atap yang bisa dijadikan sebagai pilihan. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan konsep yang ingin ditampilkan pada bangunan.


Penutup Atap Sirap

Penutup atap sirap banyak digunakan pada rumah tradisional indonesia. Penutup atap sirap berbahan dasar kayu. Kayu yang bisa dipakai adalah kayu ulin yang juga dikenal dengan nama kayu besi atau kayu bulian. Kayu ulin berasal dari Kalimantan yang memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air laut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, bantalan kereta api dan perkapalan.

Bentuk atap sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. atap sirap dari kayu ulin ini berwarna coklat kehitaman. Ukuran 1 lembar atap sirap biasanya (pxlxt) = 58cm x 6cm x 0,3cm dan 58cm x 6cm x 0,3cm. Lembaran tipis tersebut dikemas dalam ikatan.

Sirap terbentuk dari potongan-potongan kayu tipis yang disusun berlapis 3 atau 4. Potongan kayu ini kemudian dipaku ke multipleks yang melapisi seluruh rangka atap. Atap sirap mempunyai kemiringan sekitar 35 derajat dan umurnya mencapai 12 tahun.

Penutup atap sirap

Atap sirap terbuat dari kayu yang dipotong tipis. Papan-papan ini diatur di atas kasau dan dipaku, dan dari jauh nampak seperti sisik ikan. Sirap amat mahal harganya dan tukang yang membuatnyapun sudah jarang. Bahan sirap berupa kayu keras dari kalimantan. Umumnya lembaran atap sirap berukuran 8cm x 60cm.

Pemasangan atap sirap

Saat ini pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin, sehingga peredaraan atap sirap dari kayu ulin sangat berfluktuatif, bahkan terkadang sulit menemukan atap sirap di pasaran, oleh karena itu, kini mulai diproduksi sirap dari bahan kayu merbau sebagai alternatif pengganti kayu sirap dari kayu ulin. Merbau merupakan salah satu jenis kayu keras dan biasanya dimanfaatkan dalam konstruksi bangunan, jembatan, parket (flooring), pintu dan jendela dan lain-lain. Berbeda dengan atap sirap kayu ulin, atap sirap merbau ini berwarna coklat kekuningan.

Alternatif lain yang muncul selain bahan kayu. kini sudah ada atap sirap yang terbuat dari bahan metal. Seperti halnya genteng metal tetapi memiliki profil menyerupai atap sirap. Namun kelemahanya adalah kesan yang kurang alami karena bukan terbuat dari kayu. Tapi tentu atap sirap dari metal memiliki kelebihan dari segi biaya, ketahanan terhadap kebocoran dan pemasangannya yang lebih mudah.

Kelebihan :
  • Bahannya cukup ringan
  • Artistik, karena tebuat dari potongan kayu
  • Isolasi panas yang baik
Kekurangan :
  • Resiko kebocoran, kadang sebelum dilapisi sirap, atap harus dilapisi dahulu dengan seng untuk mencegah terjadinya kebocoran atap.
  • Pemasanganya cukup sulit sehingga biaya yang digunakan akan bertambah
  • Bila lembaran sirap belum cukup kering tetapi sudah dipasang, sirap akan membilut dan berubah bentuk menjadi cekung.
Baca juga : Macam Pilihan Bahan Penutup Atap



Penutup Atap Ijuk dan Daun-daunan


Di jaman tradisional bahan penutup atap terbuat dari ijuk dan daun-daun (rumbia, ilalang, dan nipah). Penutup atap ini mempunyai kesan tradisional dan alami yang kuat.

1. Penutup atap ijuk
Ijuk berasal dari pohon enau (Arenga pinata) yaitu jenis palem-paleman yang biasa diambil sari bunganya sebagai bahan gula kelapa. Di bagian daun yang menempel pada batang inilah terdapat serabut-serabut hitam yang disebut ijuk

Penutup atap ijuk

ijuk siap pasang

2. Penutup atap daun rumbia/nipah

Penutup atap daun rumbia/nipah

Anyaman daun rumbia/nipah

3. Penutup atap rumput ilalang
Anyaman ilalang memiliki kesan alami yang kuat. Untuk membentuk atap, deretan ilalang kering disusun rapat-rapat pada sebatang kayu dan ditumpuk-tumpuk pada jarak 3-4 cm. Susunan ini diulang-ulang sampai membentuk ketebalan atap sekitar 20cm. Dengan kerapatan dan ketebalan seperti itu, air hujan tidak akan merembes ke dalam rumah. Selain itu, atap ilalang punya kemiringan curam (40°- 45°), yang membuat air hujan lebih cepat mengalir ke bawah. Umumnya atap ilalang diperbarui setiap 7 tahun sekali. Seiring perkembangan jaman, muncul penutup atap dari rumput ilalang sintetis.

Penutup atap rumput ilalang

Anyaman rumput ilalang

Beberapa bahan penutup atap dari bahan alam pun bisa menjadi pilihan bukan?. Baik untuk bangunan tertentu seperti villa, resort ataupun gazebo rumah pun bisa di hiasi dengan penutup atap ini sehingga kesan dan nuansa alam pun dapat diperoleh. Baca juga : Macam Pilihan Bahan Penutup Atap.



Genteng Beton

Genteng beton dibentuk dari campuran antara pasir, semen serta bahan pengikat, zat adiktif yang berupa penguat dan bahan pewarna yang dicetak semi kering dengan mesin press hirolis bertekanan tinggi. Bahan dasar ini sangat menentukan kualitas genteng beton. Untuk pasir misalnya harus yang bebas dari biji besi. Kalau mengandung besi beton bisa rapuh karena karat.

Selain cat bahan pewarna genteng beton berupa slurry yang merupakan campuran piqmen dan pasir, agar warna lebih menyatu dengan betonya sendiri. Proses pewarnaan genteng beton dibedakan menjadi 2 jenis yaitu prebasah, warna diberikan saat genteng sudah mengeras, sedangkan proses ekstrusi, warna ditambahkan saat genteng masih basah. Proses kedua lebih bagus karena antara warna dan badan genteng bisa lebih menyatu. Apalagi jika setelahnya ditambahkan coating yang berfungsi melindungi warna genteng.

Penutup atap genteng beton flat

Saat ini dipasaran tersedia genteng beton dengan berbagai model. Perbedaan antara satu model dengan model lain terdapat pada bentuk lekukan permukaan. Misalnya model U memiliki satu lekukan, sedangkan model M memiliki dua lekukan pada permukaanya. Ada pula genteng beton yang tidak berlekuk alias rata. Hasilnya atap akan rata dan sekilas mirip atap sirap.

Dari warnanya, genteng beton pun sangat beragam, mulai dari warna natural seperti teracota/coklat sampai ke warna-warna cerah seperti hijau dan biru. Sekarang tersedia juga genteng beton yang mempunyai 2 warna yang berbeda pada satu genteng. Disebut duotone. Genteng duotone ini lahir dari tren pemasangan genteng yang berbeda-beda warnanya pada sebidang atap (multicolor) beberapa waktu yang lalu. Untuk keperluan ini, produsen biasanya memasarkan genteng beton yang terjadi 2 atau 3 warna sekaligus dalam sebuah kemasan genteng per meter persegi.

Material beton di kenal kuat dan mampu bertahan lebih dari 20 tahun. Namun kadang orang masih ragu menggunakanya karena bobot beton yang terkenal berat. Bobot genteng jangan diukur dari bobot sebuah genteng tapi perhatikan beratnya saat dipasang dalam satuan meter persegi. Sebuah genteng keramik yang beratnya 3,3kg memang lebih ringan dibandingkan sebuah genteng beton yang beratnya antara 4-4,2 kg. Satu meter persegi atap dibutuhkan 10 buah genteng beton, sedangkan jika menggunakan genteng keramik membutuhkan 14 buah karena ukuran keduanya berbeda. Dengan demikian, berat total dalam 1 meter persegi atap dari genteng beton beratnya 40-42 kg sedangkan yang menggunakan genteng keramik beratnya 46,2 kg.

Keuntungan lainya adalah ketepatan ukuran (presisi). Genteng beton umumnya dibuat di pabrik-pabrik besar yang memiliki mesin produksi yang presisi, sehingga setiap satu gentengnya paling banyak ujuranya hanya berselisih 0,5mm. Ketepatan ini tentu akan memudahkan pemasangan di lapangan dan mengurangi resiko bocor yang pada akhirnya menghemat biaya pemasangan secara keseluruhan. Harga genteng beton relatif lebih murah jika dibanding genteng keramik, atap metal, atau fiber cement.

Genteng beton merupakan genteng berteknologi pembuatan kuno. Genteng ini memiliki bobot yang berat, sehingga untuk menampung beratnya, memerlukan rangka yang agak besar. Harga genteng beton sangat murah. Karena penampilanya kusam dan pilihan warnanya tak banyak, agar terlihat lebih bagus harus dicat genteng khusus.

Bentuk Genteng beton ada yang bergelombang dan ada yang datar. bentuk datar muncul seiring dengan gaya arsitektur rumah yang modern dan minimalis sehingga perlu penyesuaian bentuk atap yang lebih sederhana. Genteng yang cocok untuk rumah bergaya minimalis adalah genteng datar yang halus, sehingga dapat memperkuat kesan minimalis. Genteng dengan model datar ini sudah dapat ditemui dengan bahan dasar beton. Pemasangan genteng ini menggunakan sistem interlocking, yang membuat setiap genteng dapat terkunci dengan kuat, tepat dan rapi.

Warna yang tersedia untuk genteng beton sangat banyak, sehingga bisa disesuaikan dengan warna bangunan. Agar genteng dapat terpasang dengan baik, maka kemiringan atap minimal 25 derajat. Dengan jarak antar reng 31cm. Bentuk yang adapun bermacam-macam, sehingga semua sudut dapat ditutup oleh genteng beton ini, mulai dari genteng biasa, penutup nilok, sampai penutup sudut. Ukuran genteng beton umumnya 38cm x 23cm.

Kelebihan :
  • Ukuranya presisi karena dibuat dipabrik sehingga mengurangi resiko kebocoran
  • Harga relatif lebih murah jika dibanding genteng keramik, atap metal, atau fiber cement.
  • Kuat dan mampu bertahan hingga 20 tahun
  • Tahan cuaca panas maupun hujan 
  • Daya tahan pada tekanan tinggi sehingga tidak mudah goyah saat diterpa angin
Kekurangan :
  • Bobotnya yang berat sehingga menimbulkan beban yang tinggi pada rangka atap
  • Memiliki tekstur kasar
  • Mudah timbul lumut pada permukaanya



Genteng Aspal

Genteng aspal terbuat dari aspal (bitumen). Meskipin terbuat dari aspal, bentuknya seperti genteng pada umumnya sehingga estetika bangunan tetap indah meski menggunakan genteng aspal. Kompososi pembentuk genteng aspal setiap produsen berbeda-beda. Misalnya onduline terbuat dari lapisan fiberselulosa hasil peleburan kertas yang didaur ulang dan aspal/bitumen.

Penutup atap genteng aspal

Dengan komposisi bahan seperti ini, genteng aspal memiliki keuntungan dibandingkan material penutup atap yang lain. Bobotnya pun ringan. Setiap lembar genteng aspal berukuran 2000mm x 950mm bobotnya sekitar 6,4kg. Meski ringan genteng aspal yang sudah terpasang di rangka atap tidak mudah lepas terkena angin. Kecepatan angin yang bisa ditahan genteng hingga kecepatan 192 km/jam. Ketahanan terhadap angin ini salah satu nya dikarenakan sistem pemasangannya menggunakan sistem paku.

Penutup atap genteng aspal

Genteng aspal bisa diaplikasikan bersamaan dengan jenis material penutup atap lainya. Jika anda menggunakan material genteng beton dan berencana menggantinya, anda tidak perlu melepas semua genteng beton. Yang perlu dilakukan adalah memasang rangka kayu atap (reng) dari kayu/baja ringan diatas petmukaan genteng beton (genteng lama). Setelah itu genteng aspal di pasang dirangka tersebut. Semua jenis genteng bisa ditumpangi baik genteng beton, keramik maupun metal.

Selain bisa menumpangi genteng, genteng aspalpun bisa ditumpangi genteng lain. Namun dengan cara ini anda harus membongkar genteng lama dulu. Hal ini mengakomofir bagi orang yang fanatik dengan tampilan maupun kualitas jenis genteng tertentu seperti genteng beton/keramik dsb. Kelebihan dengan metode ini jika terjadi bocor pada penutup atap paling atas masih ada backup di bawahnya sehingga air tidak langsung ke plafon.

Selain 2 metode diatas genteng aspal juga bisa dipasang secara konvensional artinya dipasang diatas struktur atap tanpa ditumpangi maupun menumpangi genteng lain. Rangka atap bisa menggunakan rangka kayu maupun baja ringan. Yang membedakanya jika menggunakan rangka kayu, paku khusus yang digunakan lebih banyak dibandingkan dengan rangka baja ringan. Contohnya dengan menggunakan rangka kayu dan kemiringan atap lebih dari 15°paku yang dipakai sekitar 19 buah perlembar genteng. Sedangkan untuk baja ringan paku yang dipakai sektar 11 buah.

Karena beratnya ringan, demensi struktur atapnya juga bisa direduksi. Sebagai contoh jarak antar reng bisa diperlebar sehingga menghemat pemakaian kayu. Untuk rangka kayu dan kemiringan atap lebih dari 15°, jarak antar reng maksimum sekitar 60cm. Sedangkan untuk kemiringan atap kurang dari 15° jarak antar reng maksimum 45 cm.

Komposisi bahan pembentuk genteng aspal yang tergolong ringan membuat setiap lembar genteng memiliki kelenturan. Dengan kekenturan ini genteng aspal bisa diaplikasikan sesuai bentuk atap apapun juga, mulai dari bentuk konvensional sampai bentuk melengkung/dome.

Genteng aspal memiliki banyak variasi warna seperti merah bata, hijau lumut, coklat dan hitam. Terdapat dua bentuk model yaitu model datar yang terbaut pada tripleks dan bentuk gelombang terbaut pada rangka atap. Bentuknya yang lebar dan ringan membuat penutup atap ini serung dipakai untuk atap pada bangunan tambahan seperti garasi. Pemasanganyapun mudah hampir sama dengan atap seng. Genteng ini pada umumnya terbuat dari bubuk kertas, serat organik, resin serta aspal. Material tersebut diolah sehingga menghasilkan genteng yang ringan, lentur dan tahan air. Struktur atap ini biasanya terbuat dari kayu, beton maupun baja ringan. Selain bobotnya yang ringan genteng aspal kuat dan tidak mudah pecah. Struktur bahan dasar btumen diproses dengan teknik penekanan dan pemanasan tinggi sehingga atap jenis ini lebih fleksibel, kuat dan tidak mudah patah. Agar tidak licin, permukaanya diberi lapisan resin dan bertekstur yang berfungsi sebagai pencegah bocor serta rembesan air yang muncul pada badan atap.

Cara pemasangan
Berikut adalah langkah pemasangan penutup atap genteng aspal  :
  • Atur jarak reng sesuai kemiringan atap
  • Potong lembaran genteng dengan gergaji sesuai dengan ukuran atap, untuk memudahkan, olesi gergaji dengan oli
  • Pasang lembaran genteng dimulai dari sisi atap paling bawah dan berlawanan angin.
  • Rekatkan genteng dengan rangka meggunakan paku khusus. Gunakan benang sebagai alat bantu meratakan posisi paku.
  • Pasang nok atas dimulai dari disi atap yang berlawanan arah angin.
  • Pasang lisplang samping. 

Pemeliharaan atap rumah
Setidaknya anda harus melihat kondisi permukaan penutup atap setiap 3 bulan sekali. Jika ada yang lapuk diganti. Atau jika ada genteng geser dari reng segera perbaiki untuk mencegah kerusakan lebih parah. Cek kondisi kebersihan atap jika ada kotoran atau sampah daun atau plastik yang berada diatap segera bersihkan karena sampah tersebut bisa menyumbat saluran talang air

Kelebihan :
  • Beratnya ringan
  • Fleksibel, bisa mengikuti berbagai  macam bentuk atap dengan kemiringan bervariasi dari  22.5 derajat sampai 90 derajat
  • Mudah dan praktis pemasanganya karena pada aksesorisnya tidak menggunakan semen sehingga tidak akan terjadi retak rambut yang bisa menimbulkan kebocoran atau rembesan.
  • Tahan api dan terpaan angin
  • Dilindungi lapisan anti jamur dan anti pudar
Kekurangan :
  • Harganya relatif mahal
Baca juga : Macam Pilihan Bahan Penutup Atap






Genteng Keramik

Sekalipun banyak bermunculan bahan baru untuk genteng, genteng keramik tetap banyak digunakan dan disukai. Bahan keramik terbuat dari tanah liat yang mempunyai sifat memantulkan panas hingga 90%. Dengan demikian ruangan di bawahnya akan menjadi lebih dingin. Meskipun tidak memikul beban bangunan, kekuatan genteng sangat penting. Genteng perlu kuat agar tidak mudah pecah atau retak sekalipun setiap hari terpapar panas dan hujan dan sekali-kali terinjak ketika harus membetulkan atap.

Proses pembakaran genteng keramik akan sangat berpengaruh pada kekuatan genteng tersebut. Semakin tinggi suhu yang digunakan saat pembakaran, maka genteng tersebut semakin kuat. Ketahananya bisa mencapai 20 tahun. Selain kuat genteng juga harus presisi sehingga tidak tidak akan banyak celah yang bisa menimbulkan kebocoran.

Penutup atap genteng keramik

Genteng keramik dipasang tepat diatas reng. Bentuknya yang berlekuk akan memudahkannya untuk mencantolkanya pada reng. Agar genteng dapat terpasang dengan rapi dan tidak ada celah/lubang yang dapat mengakibatkan kebocoran, pemasangan reng harus tepat tegak lurus dengan kasau. Selain itu juga harus rata air maksudnya permukaan tiap reng harus sejajar. Jarak antar reng juga disesuaikan dengan lebar genteng yang akan dipasang.

Untuk menentukan banyaknya kebutuhan genteng, ukur luasan atap dahulu, baru hitunglah jumlah keping genteng dengan membagi luasan atap dengan dimensi genteng. Genteng keramik jaman sekarang umumnya dilapis gelazur yang fungsinya mempertahankan warna serta sebagai lapisan anti jamur. Warna yang tersedia pun beragam Teknologi pembuatan genteng keramik memungkinkan sekeping genteng dilengkapi tonjolan serupa tanggul untuk mencegah bocor dan tampias. Tanggul ini ada yang terdapat di sisi kiri dan atas genteng, sehingga tidak menyisakan celah bagi masuknya air hujan. Sistem interlockingnya membuat genteng saling bertaut, tidak mudah lepas Untuk melengkapi sistem atap, Tersedia aksesori seperti genteng khusus jurai, genteng berventilasi, serta genteng cerobong. Untuk penutup atap genteng kemiringan atap minimum adalah 35°dan maksimal 60°.

Genteng keramik bertumpu pada rangka kayu maupun beton. Untuk genteng berdemensi 31cm x 32 cm dengan berat 3-3,5 kg per buahnya. Genteng ini cocok digunakan untuk rumah jenis apa saja dari tropis, modern, mediterania, atau rumah bergaya klasik. Untuk harga anda perlu mengeluarkan harga yang lebih besar. Namun dengan kelebihan yang ditawarkan oleh genteng keramik, kepuasan yang didapatkan akan lebih tinggi.

Macam genteng keramik
  • Genteng kampung/biasa plentong
Genteng ini ringan dan tidak terlalu kuat dipijak. Ukuran genteng plentong bermacam-macam antara lain : 20cm x 28cm, 22cm x 30cm, 24cm x 30cm
  • Genteng kodok/press
Dulu genteng kodok dibuat dengan cara di bakar di tungku, seperti halnya bata metah. Oleh sebab itu, warnanya pun beragam akibat proses pembakaran yang tidak merata. Kini genteng kodok di produksi di pabrik sehingga warnanya menjadi lebih homogen dan tersedia dalam berbagai pilihan warna, baik warna yang homogen/klasik ataupaun warna yang heterogen, rustic. Genteng jenis ini cukup tebal dan agak berat sehingga kuat untuk dipijak. Ukuran genteng kodok bermacam-macam antara lain : 22cm x 28cm, 23cm x 29cm. Rumah bergaya natural, paling pas dinaungi genteng keramik berbahan tanah liat. Dahulu, genteng kodok produksi industri rumahan mendominasi pasar, kini banyak tersedia genteng keramik keluaran pabrik yang antara lain mempunyai keunggulan lebih presisi dan anti jamur.

Genteng kodok biasanya tidak bergelasir, sehingga lama kelamaan berlumut. Tetapi justru ketidakseragaman dan sifatnya yang tidak anti lumut ini yang dicari orang. Atap jadi tampak lebih alami, persis seperti rumah-rumah di kampung.

Kelebihan :
  • Mempunyai sifat memantulkan panas matahari sehingga didalam rumah akan terasa lebih adem
  • Lebih tahan lama
  • Kuat menahan beban manusia jika diinjak pada saat pemasangan maupun penggantian 
  • Cocok untuk digunakan untuk daerah tropis yang sering mengalami pergantian cuaca hujan dan panas yang dapat menyebabkan warna cepat pudar.
  • Cocok untuk rumah gaya apappun
  • khusus untuk genteng bergelazuur, warnanya tahan lama karena diproses pada saat pembakaran keramik dan tidak perlu pengecatan ulang.
Kekurangan : 
  • Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan agar diperoleh kerapatan yang baik sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah
  • Kemiringan atap minimum 30 derajat agar air hujan dapat mengalir sempurna dan genteng tidak terlepas ketika diterpa angin. Jika dipasang pada kemiringan 45-60 derajat, perlu bantuan baut ketika memasang agar genteng tidak terlepas dan lebih kuat
  • Kurang presisi karena diproduksi oleh industri rumahan sehingga ada resiko kebocoran.
  • Harga relatif mahal khusus untuk genteng bergelazuur

Asbes Gelombang

Asbes adalah salah satu pulihan material bangunan yang cukup murah namun ada beberapa hal yang harus diketahui agar kesehatan anda tidak terganggu oleh serbuk dari asbes ini.

Penutup atap asbes

Di indonesia, asbes banyak digunakan untuk atap bangunan. Selain tahan terhadap cuaca, api, dan air, harganya pun lebih murah dibandingkan genteng. Tidak heran material ini cukup populer. Meskipun demikian asbes juga memiliki kekurangan yaitu beresiko bagi kesehatan fisik manusia. beberapa negara seperti Uni Eropa, Argentina, Chili, Kroasia, dan Arab saudi sudah menetapkan pelarangan penggunaan asbes.

Asbes merupakan istilah umum yang diberikan pada bentukan serat mineral silika yang termasuk dalam kelompok serpentine dan amphibole dari mineral pembentuk batuan. Diantara enam kelompok asbes, yang paling umum ditemukan adalah : chrysotile (asbes putih), amisite (abes coklat) dan crocidolite (asbes biru).

Setelah ditambang dan diproses, asbes terpisah-pisah menjadi bundelan serat mikroskopik. Ukuranya bisa 700 kali lebih tipis dari ukuran rambut. Serat inilah yang kemudian dicampur dengan bahan pengikat untuk menghasilkan berbagai bentukan material.

Serat asbes yang mikroskopik tahan terhadap bahan-bahan Kimia, api maupun air. Hal ini menyebabkan asbes tak dapat di hancurkan atau sifatnya kekal di alam. Bagi lingkungan asbes juga tidak bersahabat. Asbes yang sudah tidak dipakai selain mengandung bahan berbahaya, juga sulit untuk dimusnahkan. Bahan asbes yang dibakar bisa mengeluarkan gas radon yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Disisi lain, ketangguhan serat asbes ini pula lah yang bisa membahayakan manusia. Jika terhirup atau tertelan saat bernafas, serat asbes yang halus dapat masuk dan melekat dalam paru-paru. Karena sifatnya yang kekal. Serat tersebut tidak dapat diusir atau di hancurkan oleh tubuh sehingga menetap dan akhirnya menyebabkan berbagai penyakit.

Serat mikroskopik asbes ini dapat terbang bebas jika terdapat kerusakan pada permukaan asbes. Karena itulah asbes hanya beresiko pada kesehatan manusia, jika mengalami kerusakan.
Hingga kini, penyakit yang disebabkan oleh asbes belum dapat disembuhkan. Tingkat keparahan suatu penyakit pada seseorang tergantung pada jumlah serat asbes yang terhirup. Berikut beberapa penyakit yang dapat timbul akibat terhirupnya serat asbes :
  • Asbestosis : luka yang membekas pada paru-paru hingga menyebabkan kesulitan bernafas dan dapat mengakibatkan kematian.
  • Kanker paru-paru : di negara uni eropa asbes putih digolongkan sebagai katagori 1 karsinogen (penyebab kanker).
  • Mesothelioma : sejenis kanker pada dada dan paru-paru. Mesothelioma baru muncul gejalanya setelah 20-40 tahun sejak penderita pertama kali menghirup serat asbes.
  • Pleural disease : penyakit yang diakibatkan oleh adanya cairan pada paru-paru.
Langkah untuk menghindari resiko kesehatan akibat serat asbes adalah sebagai berikut :
  • Hindari merusak/mengerjakan (memotong, membuat lubang, mengamplas) asbes tanpa pelindung.
  • Serat asbes bisa mulai terlepas dengan sendirinya setelah berusia sekitar 10 tahun, untuk itu buatlah plafon yang baik dari papan multipleks atau gipsum sehingga serat-serat asbes yang kemungkinan jatuh akan tertaban diatasnya.
Lembaran asbes

Kelebihan :
  • Harganya lebih murah dibanding bahan lainya
  • Pemasanganya relatif mudah karena tidak membutuhkan banyak kayu reng
  • Tidak mudah bocor
  • Ruangan sejuk karena sifat asbes yang tidak menyerap panas
Kekurangan : 
  • Tidak baik untuk kesehatan, dan bahkan beberapa negara telah melarang penggunaan asbes






Genteng Metal

Dari sekian banyak macam, genteng metal tergolong ringan bobotnya. Bahan dasar genteng metal adalah baja lapis. Ada dua macam baja lapis yang digunakan oleh setiap produsen metal yaitu baja lapis ringan dan baja lapis galvanis. Setiap produsen berbeda dalam menggunakan jenis baja lapisnya. Tapi saat ini banyak produsen yang memilih baja lapis ringan yang biasa disebut dengan zincalume. Zincalume adalah produk baja lapis dengan komposisi bahan pembentuknya adalah 55% alumunium(Al), 45% seng (Zn). Komposisi ini memberikan perlindungan optimal terhadap korosi.

Pemasangan genteng ini tidak jauh berbeda dari pemasangan genteng tanah liat. Lebarnya genteng ini mempercepat waktu pengerjaan sebuah rumah. Teknologi yang dipakai genteng metal lebih baru. Genteng metal terbuat dari plat baja galvanis yaitu bahan baja yang dilapisi metal zincalume. Genteng ini cocok dipasang di rangka kuda-kuda dengan rangka baja ringan. Karena bobotnya ringan, genteng metal meringankan beban yang dipikul rangka atap. Sayangnya genteng metal tipis dan ringkih sehingga saat menginjak genteng metal harus lebih berhati-hati. Agar genteng itu tidak melengkung dan pecah, harus menginjak bagian genteng yang ditopang rangka atap. Walaupun begitu genteng metal cukup digemari karena tampilanya yang trendi dan pilihan warnanya banyak. Genteng metal saat ini tersedia dalam berbagai ukuran, warna dan bentuk dengan berat rata-rata 1,6 kg permeter persegi 

Genteng metal tak berpasir

Secara umum ada dua jenis genteng metal yang di pasarkan oleh produsen indonesia yaitu genteng metal berpasir dan tidak berpasir. Dari kedua jenis ini ada banyak macamnya seperti multiroof, dextrabond, sakura roof, sun roof, arsita roof, rainbow, dan genteng metal okayru.

Genteng metal berpasir

Untuk genteng metal berpasir bahan dasarnya tidak hanya baja lapis, tetapi juga ada tambahan berupa pasir alam. Pasir alam ini digunakan sebagai pelapis permukaan. Proses produksinya juga berbeda dengan genteng yang tidak berpasir. Genteng berpasir mengalami beberapa proses produksi diantaranya pembersihan permukaan, pemberian cat dasar di atas baja lapis, penaburan pasir alam dan perekatnya, pengeringan di bawah terik matahari dan penaburan kembali pasir alam. Karena mengalami beberapa proses produksi, maka genteng metal berpasir mempunyai daya tahan yang lebih lama daripada jenis genteng yang tidak berpasir. Selain itu ketika hujan turun suara berisik yang yang ditimbulkan pada atap bisa direduksi dengan adanya lapisan pasir ini. Harganya pun juga lebih mahal. Walaupun lebih mahal dibanding dengan bahan jenis lain, penggunaanya relatif lebih irit. Volume konstruksi bangunan rumah yang mendukung beban keseluruhan bangunan menjadi kecil karena bobotnya yang ringan. Karena bobotnya yang ringan pula Genteng metal cocok untuk daerah yang kondisi tanahnya labil dengan tanah berawa.

Kekuranganya jika digunakan penghuni bangunan tersebut akan merasa panas. Namun hawa panas ini masih relatif tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan bahan dari seng.
Pemasanganya diletakan diatas kayu reng. Genteng metal mempunyai ukuran panjang efektif sekitar 385mm. Untuk pemasangannya sesuaikan jarak reng dengan ukuran genteng metal. Untuk memaksimalkan keuntungan pemakaian genteng metal yang ringan, ada baiknya digunakan juga rangka atap yang terbuat dari bahan baja ringan seperti zinccalume.

Kelebihan :
  • Bobotnya relatif lebih ringan di banding bahan lain sehingga memperingan beban keseluruhan bangunan
  • Mudah dan cepat dipasang sehingga lebih efesien dibanding pemasangan genteng biasa
  • Hemat material karena memiliki bentang yang lebar
  • Dilapisi bahan anti karat
  • Menggunakan bahan anti pecah sehingga tidak perlu khawatir bocor
  • Ada teknologi baru yang membuat genteng metal tidak menimbulkan panas serta tidak mudah terbakar
  • Terdapat lapisan anti lumut sehingga tidak diperlukan pengecatan ulang.
Kekurangan :
  • Menimbulkan bunyi berisik ketika air hujan turun tapi khusus untuk genteng metal berpasir, bunyi yang ditimbulkan dapat sedikit direduksi dengan lapisan pasir diluarnya.
  • Pemasangan yang tidak rapi akan mengurangi keindahanya
  • Harganya relatif mahal
  • Karena tidak memantulkan panas dengan baik, hawa panas dalam rumah akan terasa tetapi relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan penggunaan bahan seng.
Baca juga : Macam Pilihan Bahan Penutup Atap

Rangka Atap Baja Ringan

Baja ringan adalah baja yang terbuat dari CRC (Cold Rolled Coil) oleh karenanya bobotnya ringan. Meskipun begitu kekuatanya melebihi baja konvensional. Baja ringan mempunyai kuat tarik (tensile strength) sebesar 550Mpa (5500 kg/cm2) sehingga disebut juga baja Hi - Ten 6550. Sedangkan baja konvensional 240Mpa.

Rangka atap baja ringan

Umumnya, rangka baja ringan di lapisi/dicoating oleh 2 jenis bahan yaitu :

Pertama, jenis pelapis gavanis (seng) yang tersusun dari campuran seng sebanyak 98% dan silikon. Lapisan seng inilah yang melapisi baja CRC tersebut dan membuatnya jadi anti karat. Pelapis jenis galvanis ini sebenarnya tidak terlalu tahan terhadap karat sehingga kurang cocok digunakan pada daerah tepi laut yang tingkat korosinya lebih tinggi. Namun untuk menambah ketahanan terhadap karat, galvanis biasanya dibuat lebih tebal dari baja ringan dengan pelapis lainya.

Kedua, jenis pelapis galvalum yaitu lapisan yang mengandung unsur alumunium (55%), seng (43,5%), dan silikon (1,5%). Galvalum memiliki kekuatan terhadap karat yang lebih tinggi dibandingkan galvanis sehingga banyak digunakan di daerah yang beriklim lembab dan rentan karat.

Selain kedua jenis pelapis tersebut produsen -produsen kenamaan di bidang baja ringan juga memiliki pelapis berjenis khusus sendiri. Contohnya : 
  • Produsen bluescope menggunakan pelapis jenis zincalume yang menpunyai komposisi 55% alumunium, 43,5 % seng, dan 1,5% silicon allloy yang tahan karat
  • Produsen J-steel yang menggunkan pelapis jenis ZAM (Zing, alumunium 6% dan magnesium 3%) yang mempunyai ketahanan 60 tahun. Dan sebagainya
Baja ringan dipakai untuk membuat rangka atap, pengganti rangka kayu. Namun pemasangan dan pemakaianya tidak boleh sembarangan. Agar pemasangan tepat, maka perlu penggunaan software tertentu untuk menghitungnya sehingga kekuatan rangka atap akan maksimal. Ketepatan pemasangan dan pemakaian bahan ini berhubungan dengan kekuatan rangka atap saat digunakan.

Baja ringan mempunyai bobot yang lebih ringan dari bahan atap lainya hanya 9 kg/m² sedang bobot kayu 15 -18 kg/m² dan baja konvensional (baja profil WF atau profil siku) 20 - 27 kg/m². Meskipun demikian justru membuat struktur keseluruhan bangunan menjadi ringan sehingga gaya gempa yang diterima oleh struktur bangunan menjadi lebih ringan sehingga baja ringan tepat digunakan untuk struktur tahan gempa. Perbedaan baja ringan dengan rangka kayu adalah bila pada atap kayu terdapat gording dan usuk/kasau maka pada atap baja ringan elemen tersebut tidak ada, akan tetapi elemen reng tetap masih ada karena fungsinya untuk meletakan genteng dan sebagai perkuatan struktur kuda-kuda. Pada struktur baja ringan fungsi gording dan usuk/kasau digantikan oleh elemen kuda-kuda yang terpasang. Penggunaan kuda-kuda disini lebih banyak dibanding rangka kayu. Jarak ini di tentukan dari hasil perhitungan struktur.

Jenis profil
Setiap produsen rangka atap baja ringan mempunyai bentuk dan ukuran profil sendiri-sendiri. Rata-rata mempunyai 2 profil utama yaitu  profil C (chanel) dengan tbl 0,75mm dan 1mm untuk rangka kuda-kuda dan profil top span tebal 0,6mm untuk reng. Ada juga produsen yang profilnya sedikit berbeda. Profil bajanya mempunyai grid texture pada permukaanya.

Pemakaian profil tergantung dari ukuran aman yang sesuai dengan desain yang dihasilkan oleh software untuk menghitung kekuatan struktur. Ukuran tebal memang memberi nilai struktur yang aman, tapi akibatnya biaya akan menjadi mahal sehingga agar efesien dihitung dulu dengan software khusus untuk baja ringan dan tidak bisa mungkin software struktur lain seperti ETABS /SAP.

Detail sambungan 1

Detail sambungan 2

Detail sambungan 3

Penggunaan profil dalam sebuah batang/truss tidak hanya satu, tapi juga dapat digabungkan dengan profil yang sama (membuat rangka batang dan profil) agar struktur lebih aman untuk memikul beban. Selain itu untuk mendapat nilai struktur yang aman dapat dilakukan dengan merapatkan jarak antar batang kuda-kuda. Jumlah baut setiap sambungan dihitung dengan software untuk menghitung kekuatan struktur baja ringan. Beberapa produsen memiliki software sendiri untuk mengitung strukturnya. Software ini melakukan sendiri perhitungan kekuatan struktur diantaranya untuk menentukan jarak titik buhul dan batang dalam. Alasan menggunakan rangka atap baja ringan :
  • Mempunyai mutu material yang konsisten dan merata, diantaranya tidak mempunyai sifat kembang susut seperti kayu.
  • Tahan karat walau tanpa dilapisi cat tidak seperti baja konvensional yang perlu dilapisi cat untuk menghindari karat.
  • Cepat pemasangannya sehingga menghemat tenaga tukang.
  • Peduli lingkungan karena mengurangi penggunaan kayu yang semakin langka.
Pemasangan rangka atap baja ringan :
Untuk mengetahui batangan, baut, sudut kemiringan, dan jarak antar kuda-kuda untuk rangka atap baja ringan setiap produsen menyediakan software khusus. Agar program penghitung berjalan dengan baik, maka pembeli perlu menyertakan denah rencana atap, denah ringbalk plafond, jenis penutup atap, sudut kemiringan atap dan overstek lebih baik lagi bila dilengkapi tanpak dan potongan.

Setelah hitungan keluar, maka pemasangan dapat segera dimulai. Biasanya produsen akan mengirim baja ringan, masih dalam bentuk batangan panjang (6-11m) ke lokasi. Di lapangan batang baja tersebut mulai dipotong sesuai dengan ukuran yang diperlukan. Baru setelah dirakit menjadi rangka atap. Dan rangkaian-rangkaian tersebut dinaikan satu persatu ke atas dinding.

Untuk menyambung batang-batang baja tersebut digunakan sekrup khusus. Pematrian tidak disarankan pada penyambungan batangan baja ringan. Untuk menutup sambungan-sambungan yang ada dapat digunakan sealant yang dibuat dari jenis karet silikon netral dengan paku keling sebagai pengikatnya. Paku keling yang digunakan disini adalah paku keling yang terbuat dari alumunium. Bila ada beberapa bagian yang perlu di las. Sebaiknya bekas las segera ditutup dengan cat agar tidak korosi.

Perawatan dan penyimpanan
Jika terpaksa menyimpan batang baja ringan karena pekerjaan pemasangan rangka atap tak dapat diselesaikan dalam satu hari, maka hal yang perlu diperhatikan :
  • Letakan batang baja ringan dengan posisi berdiri agar tidak terjadi genangan air yang dapat menyebabkan korosi.
  • Singkirkan potongan logam, daun-daun kering dan sampah lainya diatas atap talang dan jurai agar awet.
  • Lakukan pencucian sekali setahun untuk bagian rangka atap
  • yang tidak terkena air hujan seperti bawah talang untuk menghilangkan bahan-bahan yang dapat merusak lapisan baja.
  • Simpan baja ringan di tempat yang kering dan tidak diletakan langsung diatas lantai atau tanah, paling tidak beri alas bagian bawahnya.
Dalam memilih rangka atap baja ringan, ketebalan rangka tidak menjamin kualitas baja ringan yang lebih baik, tetapi komposisi bahan pembentuknya yang menentukan kekuatan dan ketahananya terhadap karat. Sedangkan masing-masing produsen memiliki bahan pembentuk masing-masing. Untuk itu pilihlah produsen yang sudah terpercaya.

Sesuaikan ketebalan profil rangka baja dengan bobot penutup atap yang akan digunakan, misalnya jika anda menggunakan penutup atap metal, anda cukup menggunakan ketebalan profil baja ringan yang tidak terlalu tebal karena bobot penutup atap metal sudah ringan.

Contoh merek : Smart truss, Cahaya truss, bluescope, J-Steel , Lion truss dan sebagainya

Baca juga : Macam Pilihan Bahan Penutup Atap



loading...

Cari

Translate

Arsip Blog

loading...

Post Unggulan

Dak Bondek atau Bondex (Pelat Baja Gelombang)

Post Populer